Teeth Whitening Jakarta Smile – Family Dental

Kalau masalah perawatan untuk perempuan sepertinya tidak ada habisnya. Sampai batas mana bisa dikatakan ‘cukup’? Kalau sebelumnya saya membahas tentang kulit atau make up. Kali ini saya akan mengingatkan hal yang sering terlupakan, yaitu gigi dan mulut. Kapan kalian terakhir ke dokter gigi? Ingat lho.. baiknya bila tidak ada keluhan pun kita tetap kontrol teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Minggu kemarin saya baru saja melakukan perawatan gigi di Jakarta Smile – Family Dental, Plaza Semanggi. Sebelumnya saya sudah melakukan scaling atau pembersihan karang gigi, selain untuk membersihkan karang gigi yang potensial membuat nyeri, bau mulut dan secara estetis tentunya memberikan nilai lebih karena gigi tampak lebih bersih. Setelah itu saya melakukan perawatan teeth whitening atau pemutihan warna gigi di Jakarta Smile – Family Dental. Untuk whitening ada 2 macam pelayanan yang tersedia yaitu, office whitening dan take home whitening. Office whitening proses perawatannya dilakukan di klinik menggunakan laser dan hasilnya bisa bertahan sampai 2 tahun. Sedangkan untuk take home whitening prosesnya dilakukan rutin setiap bulan dengan regimen yang diberikan oleh dokter gigi.

Saat itu saya dijadwalkan jam 4 sore untuk melakukan whitening dengan drg. Melissa di Jakarta Smile Plaza Semanggi. Klinik ini terletak di Lantai 1 dekat Solaria dan Ace Hardware. Sebelum perawatan dimulai, saya diberikan penjelasan tentang proses whitening yang akan berjalan kurang lebih 1 jam dengan 2 kali penyinaran laser masing-masing selama 20 menit. Dalam proses whitening tersebut sangat mungkin akan terasa nyeri atau ngilu di gigi hingga 24 jam pasca pemutihan. Namun keluhan tersebut berbeda pada masing-masing pasien.

Menentukan warna gigi

Menentukan warna gigi

Proses whitening ini diawali dengan menentukan tingkat warna gigi. Kemudian diberikan perlindungan pada daerah gusi agar tidak menyentuh gigi nantinya. Setelah itu dilakukan pengolesan obat dan di sinar laser selama 20 menit. Setelah laser yang pertama selesai obat akan dibersihkan kemudian akan diberikan obat kembali untuk laser yang kedua.

Untuk rasa ngilu saya merasakan mulai muncul sejak pengolesan obat. Buat saya, suara alat di dalam ruangan sedikit membantu memecah rasa ngilu yang muncul tersebut. Pengalaman saya rasa ngilu tersebut muncul hilang timbul dengan durasi sekitar 1-2 detik. Jadi masih bisa ditoleransi. Kalau memang tidak kuat dengan rasa ngilu boleh kok bilang sama dokter atau perawatnya. Malah dokter giginya yang bertanya apakah saya merasa nyeri atau linu dan masih kuat atau tidak.

Setelah selesai gigi dibersihkan kembali dan diukur kembali tingkat warnanya. Sebelumnya tingkat warna gigi saya berada di A3 kemudian naik menjadi A1. Hasil pemutihan gigi ini memang tidak lantas putih seperti kertas mengingat warna asli gigi masing-masing orang. Tapi hasilnya jelas lebih putih dan bersih pada gigi saya. Bisa dilihat di foto, walaupun cahayanya tidak sama persis tapi tetap terlihat perbedaannya.

Yang perlu diperhatikan setelah pemutihan gigi:

  • Nyeri atau ngilu akan membaik dalam 24 jam. Kalau tidak kuat bisa mengganti pasta gigi dengan yang khusus gigi sensitif dan atau minum obat pereda nyeri.
  • Menghindari minuman dan makanan yang bisa menodai gigi seperti teh, kopi, rokok, minuman bersoda, anggur merah, kari, dll dalam 24 jam pertama.
  • Hasil gigi putih cemerlang akan bertahan lebih lama apabila diikuti dengan mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang menyebabkan noda di gigi.
  • Disarankan berkumur dengan air putih atau minum air putih setelah mengkonsumsi jenis makanan yang menyebabkan noda di gigi.
  • Selain itu jangan lupa untuk sikat gigi 2 kali sehari setelah sarapan dan sebelum tidur untuk menjaga kesehatan gigi.

Jujur saja sebenarnya saya sudah lama ingin mencoba teeth whitening dengan laser ini karena yang saya tahu ini adalah cara paling efektif untuk memutihkan gigi. Kalau sebelumnya saya cuma bisa senyum kalau foto pakai bold lips karena gigi saya yang kekuningan sekarang saya pede senyengir-nyengirnya deh! Oh, iya Jakarta Smile juga hadir di beberapa cabang seperti di Matraman Raya, Kemanggisan, Plaza Atrium Senen dan Cikarang untuk info lebih lengkap di www.jakartasmile.com

Teeth Whitening at Jakarta Smile Dental Clinic

Pernah mendengar tentang teeth whitening? Kalau saya, pernah mendengarnya dengan lalu-lalang saja.

Dulu waktu SMA pernah mendengar istilah teeth whitening, tapi karena saya emang dasarnya nggak pernah bermasalah dengan yang namanya gigi, jadi salah satu perawatan estetik yang berhubungan dengan gigi ini sering diabaikan. Nah, setelah saya hamil anak pertama, muncullah beberapa permasalahan yang saya rasakan di sekitar rongga mulut, dari sariawan hingga gusi sering berdarah. Sejak itu, saya rajin untuk scaling ke dokter gigi. Tapi masih belum ngelirik-ngelirik juga nih dengan perawatan teeth whitening.

Balik lagi kalimat yang ada di atas, saya belum tertarik karena emang gigi saya tidak banyak permasalahan. Saya tidak pernah merasakan yang namanya sakit gigi dari kecil hingga
umur saya mencapai 27th sekarang ini, karena memang gigi saya tidak berlubang. Dan menurut saya *ini pendapat pribadi ya jeng..*, warna gigi saya pun sekilas seperti layaknya kuning pada gigi setiap orang, hahahaha.

Sampai pada akhirnya Jakarta Smile Family Dental Clinic memberi pencerahan terhadap saya tentang apa itu teeth whitening. Sebelumnya saya akan memberikan sedikit definisi tentang apa itu teeth whitening. Teeth whitening adalah suatu upaya untuk mendapatkan warna gigi agar tampak lebih putih natural seperti warna gigi yang sebelumnya. Terus apa hubungannya dengan Jakarta Smile? Jakarta Smile adalah dental clinic yang menyediakan salah satu perawatan kosmetik gigi dengan harga terjangkau dan langsung dilakukan oleh dokter gigi yang profesional.

Jakarta Smile merupakan dental clinic yang menurut saya sangat strategis ditemukan. Dental clinic ini memilki konsep yang sangat jarang ditemui *menurut saya ya*! Karena di kota dahulu bertempat saya tinggal, sangat jarang menemui dental clinic di tempat keramaian. Konsepnya lebih ke family, karena sambil kita melakukan perawatan di klinik, teman ataupun kelurga yang menemani kita dapat main ataupun berbelanja di sekitaran mall tersebut.

Waktu itu saya sudah membuat appointment dengan salah satu dokter gigi di Jakarta Smile Dental Clinic. Saya akan melakukan teeth whitening pada pukul 11.00 siang di Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat. Saya disambut oleh mba resepsionis yang ramah, kemudian saya disuruh menunggu sebentar, karena dokter giginya belum datang. Sebelum teeth whitening dimulai, saya disarankan terlebih dahulu untuk makan. Karena setelah melakukan proses teeth whitening, tidak diperbolehkan untuk makan atau minum-minuman yang berwarna. Kenapa tidak diperbolehkan untuk makan atau minum yang berwarna? Karena setelah proses teeth whitening, pori-pori pada gigi-gigi tersebut masih terbuka. Alhasil jika kita memaksakan untuk makan ataupun minum, maka whitening tersebut akan menjadi sia-sia.

Dokter gigi yang akan menangani teeth whitening telah datang. Nama-nya adalah drg. Dinda Kristianti, MM. Dokter Dinda sangat ramah dan hangat. Saya sangat nyaman sekali berada di dekat dokter Dinda. Dokter Dinda sangat sabar menjelaskan apa itu teeth whitening dengan secara detail.  Dokter Dinda pun memberitahukan bahwa proses teeth whitening ini aman untuk saya yang sedang menyusui, Alhamdulillah… Sebelumnya saya sempat enggan untuk datang karena takut ada efek menyusui, secara saya kan lagi punya bayi 6 bulan.

Drg. Dinda Kristianti, MM

Drg. Dinda Kristianti, MM

Foto bersama dengan drg. Dinda

Foto bersama dengan drg. Dinda

Sebelum proses dimulai, dokter Dinda menyarankan saya untuk meminum terlebih dahulu pain killer. Saya nurut saja, karena saran dari dokter adalah yag terbaik untuk pasien nya. Setelah meminum pain killer, prosedur pertama yang dilakukan adalah melakukan pemeriksaan gigi. Jika memang akan dilakukan scaling (pembersihan karang gigi) terlebih dahulu terhadap pasien tersebut, maka akan dilakukan scaling. Cuma, karena 3 bulan yang lalu saya telah melakukan scaling, maka scaling tersebut ditiadakan. Dan proses whitening theeth pun dimulai, sempat takut dan tangan saya sempat dingin juga karena membayangkan yang tidak-tidak hahaha. Proses whitening ini akan dilakukan selama 50menit, dengan 2 (dua) kali peng-aplikasian bahan bleaching. Sebelum proses whitening theeth mnggunakan Laser dimulai, gusi saya diberikan bahan cream berwarna putih yaitu pelindung gusi (ginggival barrier).

Proses pertama: mengaplikasikan pelindung gusi.

Proses pertama: mengaplikasikan pelindung gusi.

Takut karena ngeliat alat nya seperti injection? Hahahaha… Tenang, beauty sisters, itu bukan injection (suntikan). Menurut saya alat tersebut seperti injection pompa, yang jika ditekan akan mengeluarkan ginggival barrier seperti yang saya sebutkan di atas. Jadi intinya selama proses berlangsung enggak akan ada adegan suntik-menyuntik.

Proses kedua: mengaplikasikan bahan whitening.

Proses kedua: mengaplikasikan bahan whitening.

Proses berikut nya adalah dengan memberikan bahan bleaching atau whitening. Gel yang berwarna biru pada picture di atas adalah bahan bleachingnya.

Proses ketiga: penyinaran laser.

Proses ketiga: penyinaran laser.

Zoom proses penyinaran laser.

Zoom proses penyinaran laser.

Proses ketiga adalah dengan melakukan penyinaran dengan menggunakan sinar laser. Dan saya pun nggak lupa memakai kaca pelindung mata, selama process penyinaran tersebut. Sinar laser tersebut di dekatkan pada gigi saya, selama 20 menit. Masih ada yang tanya-tanya lagi prosesnya sakit nggak?? Saya akan bilang kalau proses nya tidak sama sekali sakit.

Sakit?? Tidak, Ngilu?? Tidak, Ngatuk?? Iya hahaha. Nah, proses nya malah buat ngantuk, karena kita disuruh diam selama 50menit. Btw, sepanjang saya ngobrol dengan drg.Dinda bahwa whitening teeth ini dapat bertahan hingga 1-2 tahun. So.. Sepanjang beauty sisters rajin merawat gigi dan control ke dokter gigi.. Insyalloh putih nya pun akan bertahan lama.

Nah, setelah panjang lebar saya ngomongin process teeth whitening, ada sedikit catatan yang diberikan oleh pihak Jakarta Smile, setelah melakukan proses whitening, yaitu :

  1. Selama 24 jam, penting bagi pasien untuk menghindari minuman dan makanan yang bisa menodai gigi (contoh : Kopi, Teh, Rokok, Minuman Bersoda, Anggur Merah, Kari dll)
  2. Hasil gigi yang telah putih cemerlang akan bertahan lebih lama apabila pasien mengurangi konsumsi jenis makanan yang dapat menyebabkan noda di gigi.
  3. Disarankan pula untuk berkumur dengan air putih/minum air putih, setelah mengkonsumsi jenis makanan yang dapat menyebabkan noda di gigi.

Selanjut nya adalah FOTD. Saya mau nunjukin senyum lebar nih, karena gigi saya telah tampak lebih putih. Senyum ala-ala artis Hollywood, sapa tau abis ini kan ada yang nawarin saya bintang iklan senyum ber-seri hahaha. Sampai ketemu di post blog berikutnya ya, beauty sisters. Semoga informasinya bermanfaat dan salam senyum sehat. See ya…

Dental Whitening @Jakarta Smile with Agnez Oryza

Ini pertama kalinya aku melakukan dental whitening! Udah lama banget pengin coba treatment memutihkan gigi, yaa siapa sih yang enggak pengin punya gigi yang putih bersinar? Dulu pernah mencoba beberapa cara supaya mendapatkan gigi yang lebih putih, mulai dari pakai pasta gigi khusus untuk whitening sampai gosok-gosok gigi pakai strawberry. Niat banget ya? Tapi ya enggak telaten, hasilnya lamaaa banget dan kurang signifikan. Thanks to Jakarta Smile yang kasih aku kesempatan untuk mencoba dental whitening!

Jakarta Smile ini kliniknya ada 5 di Jakarta: Plaza Semanggi, Matraman Raya, Cikarang, Kemanggisan, dan Citra Garden… Jadi buat yang tinggal di Jakarta bisa pilih untuk dateng ke kliniknya yang terdekat dari daerah rumah kamu. Aku melakukan dental whitening di Jakarta Smile Plaza Semanggi, kliniknya kecil tapi nyaman banget untuk treatment!

Hari itu yang menangani aku adalah Drg. Putri, dan pertama-tama yang dilakukan adalah proses membersihkan karang gigi dulu. Aku termasuk yang rajin bersihin karang gigi 6 bulan sekali, jadi proses awal ini enggak terlalu lama.

Supaya lebih mudah dijadikan perbandngan, gigi kita akan diukur dulu tingkat warnanya pakai chart gigi. Gigiku sebelum di treatment ini ada dikisaran C1 dan C2.

Selanjutnya adalah pemasangan barrier, supaya obat pemutihnya enggak kena gusi. Habis itu langsung deh gigiku diolesi semacam gel warna biru dan disinari selama 20 menit. Drg. Putri menawarkan aku apakah mau minum pain killer sebelum proses karena proses ini bikin ngilu sedikit, pastinya kan kadar ngilu orang beda-beda yaa… Tapi aku memilih enggak minum pain killernya.

Pas proses disinarin itu rasanya agak ngilu-ngilu sedikit sih, tapi bagi aku masih bisa ketahan. Nah foto di bawah ini tuh habis selesai proses pertama, gigi kelihatan udah beberapa tingkat lebih cerah. Yang warna putih kebiruan di gusi itu barriernya.

Drg. Putri bilang akan mulai lagi nih proses kedua. Ternyata proses diolesi gel biru dan disinari itu dilakukan 2 kali, dan masing-masing 20 menit supaya lebih maksimal. Yang proses kedua ini menurutku sedikit lebih ngilu dari yang pertama.

After 2 x 20 menit disinarin…. finallyy selesai juga prosesnya! Gel birunya dibersihkan, dan Dr. Putri mengukur lagi tingkat warna gigi aku.

Kesimpulannya: before ada di C1 dan C2, setelahnya warna gigiku ada di W2 dan W3! Yeaaaayy it works! Oh iya, teknik whitening ini aman dan tidak merusak struktur gigi jadi enggak usah khawatir.

Yang harus diperhatikan sebelum dan sesudah proses dental whitening:

  • Makan dulu sebelum memulai proses
  • Setelah proses, tidak boleh makan dan minum yang berwarna selama 24 jam (jadi makannya bubur, nasi, intinya sih yang bening-bening gitu)

Wajar kalau setelah proses akan terasa ngilu, kalau yang aku rasain sih memang agak ngilu dalam 1 hari itu tapi keesokan harinya udah normal lagi.

Last but not least, foto dulu sama Drg. Putri yang ramah banget dan bikin prosesnya jadi lebih enjoy 🙂

Sebagai perbandingan, di bawah ini foto before dan after dental whitening. Foto di kiri diambil sekitar sebulan yang lalu, dan foto di kanan itu setelah proses whitening. Beda banget kan?Pastinya gigi yang lebih putih bikin aku lebih pede apalagi kalau sering difoto 😉

Perawatan gigi di Jakarta Smile macem-macem ternyata, selain dental whitening ada juga salling, implant, pasang kawat gigi, dll. Tempatnya nyaman dan buka di hari Sabtu Minggu! Pas banget kan apalagi yang kantoran dan enggak sempat untuk ke dokter gigi di weekdays.

Jakarta Smile: Perawatan Gigi Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Banyak masyarakat Indonesia yang segan berkunjung ke dokter gigi secara rutin karena alasan biaya. Padahal, seharusnya kita rutin membersihkan karang gigi setiap enam bulan sekali. Rasa ragu pun kerap menghampiri orang-orang yang ingin memiliki penampilan gigi lebih baik. Pasalnya perawatan estetika gigi memakan biaya yang cukup besar.

Memahami masalah ini, drg. Richyani S. Putri, MM dan drg. Christine Hendriono, Sp.KG bekerjasama mendirikan Jakarta Smile pada tahun 2012. Dua dokter gigi wanita ini ingin memberikan perawatan gigi berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, baik tua maupun muda.

“Biasanya image orang-orang terhadap perawatan gigi itu sama dengan mahal. Konsep Jakarta Smile adalah kualitas setara dengan profesional dan klinik lain yang ada di mal-mal. Tapi saya jamin harga kita lebih murah 75-80%. Ini dikarenakan kita sebagai family dental ingin menjangkau semua kalangan,” ujar drg. Christine.

Di Jakarta Smile, seluruh perawatan gigi dilengkapi dengan intraoral kamera yang berfungsi untuk menunjukkan kondisi sebelum dan sesudah perawatan. Pasien bisa melihat dan memantau secara langsung pengerjaan gigi oleh para dokter. Seluruh perawatan juga dilengkapi dengan garansi untuk menunjukkan komitmen Jakarta Smile untuk memberikan perawatan kualitas dengan harga yang terjangkau.

Tidak hanya terjangkau, Jakarta Smile juga memiliki layanan perawatan gigi yang lengkap, baik kesehatan maupun estetika. Beberapa jenis perawatan gigi profesional yang tersedia di Jakarta Smile meliputi: pembersihan karang gigi, tambal gigi, cabut gigi, pembuatan mahkota tiruan, gigi palsu, implan gigi, pemasangan kawat gigi, pemutihan gigi, veneer, dan lain sebagainya.

“Kami merupakan tim yang terdiri dari banyak dokter gigi, termasuk spesialis. Berbagai masalah pasien bisa diselesaikan di satu tempat. Ada yang kebutuhannya ortodonti, implan, bedah mulut, estetik, semuanya ada. Tidak perlu kesana kemari karena di Jakarta Smile semuanya lengkap. Saat ini Jakarta Smile memiliki total 19 dokter,” imbuh drg. Putri.

Teknologi dan ilmu kedokteran gigi tidak statis. Para dokter gigi di Jakarta Smile pun selalu update dengan perkembangan teknologi dan obat-obatan. Salah satu contohnya, Jakarta Smile memiliki sertifikasi implan gigi dari Chosun University, Korea Selatan. Teknologi lain yang menjadi andalan Jakarta Smile adalah pemutihan gigi menggunakan laser.

Laser berfungsi mempercepat aktivasi bahan pemutih gigi sehingga hasilnya bisa langsung terlihat dalam 1 kali perawatan. Sementara untuk tambal gigi yang juga menggunakan laser, standar Jakarta Smile adalah menggunakan tambalan sewarna gigi. Amalgam (tambalan logam) tidak digunakan lagi karena mengeluarkan merkuri.

Selain terjangkau di kantong, lokasi Jakarta Smile juga mudah dijangkau karena lokasinya yang strategis. Saat ini Jakarta Smile memiliki enam cabang. Klinik Jakarta Smile dapat dijumpai di Citra Garden, Kemanggisan, Cikarang, Matraman, Plaza Semanggi lantai 1, dan yang terbaru berada di Atrium Senen lantai 4.

Cabang Jakarta Smile di Plaza Semanggi dan Atrium Senen mengikuti jam operasional mal yaitu Pk 11:00 – 20:00 (Senin-Jumat), dan 12:00 – 18:00 (Sabtu-Minggu). Cocok bagi Anda yang sibuk dan hanya sempat berkunjung ke dokter gigi setelah jam kerja atau saat akhir pekan. Sementara untuk cabang lain, jam operasionalnya berbeda-beda.